lilis supartini

Nama: lilis supartini Pekerjaan: guru SD ...

Selengkapnya

Cinta membawa luka...

Senin, 6 Agustus 2018

Aku tidak menyangka surat yang ingin aku sampaikan padamu kini membuat aku terkapar di rumah sakit. Saat itu aku ingin menyampaikan rasa hatiku yang sudah sejak lama aku pendam. Aku sangat mengagumimu, engkau cakap dan cantik... Ini sangat jauh dengan kondisiku, aku pendek, item dan pintar juga tidak. Hari ini aku ingin menyampaikan surat cintaku yang pertama... Saat waktu istirahat tiba, kamu tidak meninggalkan kelas, aku lihat kamu tetap duduk di bangku dekat jendela. Aku tak sabar lagi ingin menyampaikan surat ini. Tepat disamping tempat kamu duduk ada jendela yang pecah yang hanya dililit lakban hitam... Aku minta ade kelasku Adrian namanya, untuk memungguku hingga aku bisa sampai pada sobekan kaca yang pecah.... Aku ulurkan tanganku, aku buka perekat dan ku lempar suratku. Gubrak... Naas sekali aku... Adrian tidak kuat menopang tubuhku hingga tanganku yg terjepit sobekan kaca yang harus menopang tubuhku.... Semua teman kelasku menjerit... Lalu lari ke kantor dan memberitahukan kondisiku, wali kelasku pak Asep namanya memegangi tubuhku dan mendobrak kaca yang menjepit tanganku... Oh my Alloh... Tanganku.... Pergelanganku tak bisa aku gerakkan... Darah segar mengalir deras dari telapak dan punggung tanganku... Owh celaka... Bagaimana ini? Kenapa aku dibiarkan... Aku ditaruh di lantai dan ditinggalkan oleh wali kelasku, pak Asep kenapa aku dibiarkan begitu saja, ternyata baik wali kelas dan guru yang lainnya tidak tahan melihat darah.... Tapi untunglah ada guru perempuanku yang langsung menggendong aku, membalut lukaku dengan kain bendera yang disodorkan oleh teh Wina ( penjaga sekolah). Beliau berteriak meminta guru yang lain untuk mengantarnya, mengantarku ke poliklinik terdekat. Aku terkapar disudut tempat tidur pasien... Dan petugas disana bilang " lukanya terlalu dalam dan harus dirujuk ke rumah sakit besar ". Aku kembali digendong tapi bukan oleh guru perempuanku, tapi oleh pak Agus yang sepatu dan bajunya penuh dengan darah yang berasal dari luka tanganku. ya Alloh.... Mau dibawa lagi ke mana aku? Aku merintih dan bilang pada guru perempuanku, " Ibu, aku sudah tak kuat, " aku melihat ada air mata yang keluar dari kedua kelopak matanya sambil memelukku beliau bilang " Kamu pasti kuat". Akhirnya aku tiba di ruang IGD di rumah sakit umum daerah Cibabat, Cimahi. 2 jam aku tertahan di sana dan akhirnya dokter bilang, harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di kota Bandung. Ya Alloh, begitu parahkah lukaku... Hingga 2 rumah sakit tak sanggup mengobati lukaku. Aku.... Pasrah.... Cintaku berakhir dengan luka...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali