lilis supartini

Nama: lilis supartini Pekerjaan: guru SD ...

Selengkapnya
Si Rawing

Si Rawing

Si Rawing itulah kata yang pernah aku dengar. Julukan atas seseorang yang kupingnya sobek bekas luka karena tidak dijahit dan beliau menjadi lurah pada saat itu. Akhir dijuluki lurah rawing.

Owh... Tidaaaak!!

Kini aku yang mengalaminya sendiri, owh kupingku...

Kupingku kini sobek....

Ibu, aku tidak ingin dijuluki si Rawing... Aku ingin kembali normal... Kupingku kembali normal.

Saat istirahat pada pukul 09.30 aku mengambil sepatuku dan berlari menuju warung yang berada di luar pagar sekolah.... Naas sudah... Aku tergelincir menuruni jalan yang tak ada undakan karena sengaja buat jalan motor guru menuju parkiran. Gubrak... Aku tak bisa menahan badanku dan kupingku... Owh kupingku kena paku...owh... Kenapa banyak darah yang keluar dari kupingku. Owh... Kenapa dengan kupingku... Ibuuu... Kenapa dengan kupingku, semua guru sudah berada di depanku... Membersihkan lukaku... Tapi katanya aku harus dibawa ke rumah sakit, karena lukaku parah, owh.... Ada apa dengan kupingku?, akhirnya aku dibawa ibuku menuju puskesmas untuk pertolongan pertama. Aku melihat ada cemas diraut wajah ibuku yang sesekali menengok ke arahku dan kembali konsentrasi melihat ke arah jalan. Dibelakang setir, ibuku menghubungi ayahku sambil menangis ia berkata " ayah, si bungsu kupingnya sobek, ayo cepat ke sini! " tak lama ku lihat ibuku semakin kencang menangis sambil menutup telpon. Entah apa yang dikatakan ayahku, mantannya ibu. Akupun tak berani bertanya.

Tiba di puskesmas, aku langsung dibawa ke ruang tindakan dan dokter menyarankan agar aku dibawa langsung ke rumah sakit umum. ibuku langsung membawaku ke rumah sakit umum yang bila masuk tol dari Padalarang keluar Cimahi. Tak lama aku sudah sampai dan langsung masuk ruang IGD. Hebatnya ibuku meski terus menangis tapi tetap tegar. Meski tak ada seorangpun yang menemani tapi tidak berburuk sangka. Hampir 3 jam aku ditangani oleh dokter bedah... Alhamdulillah... Aku hanya menangis sebentar karena aku tidak mau melihat ibuku kembali menangis.

Setelah beres operasi aku digendong menuju tempat parkir... Aku memberanikan diri bertanya, "bu, berapa yang harus ibu bayar tadi? Tak seberapa dibanding luka kamu " jawab ibuku sambil kembali menangis... Ibu, maafkan aku! Aku yang telah membuat ibu menangis. Ibu memeluk aku dan bilang, "jangan lagi membuat ibu cemas!" Lalu aku tanya ibu, "apa ayah akan menjenguk aku, bu? " ayah terlalu sibuk, de... Do' akan saja, agar ayah bisa pulang jenguk ade, kalau memang ade ingin dijenguk ayah!.

Kembali hening,.... dan akhirnya aku sampai di rumah. Semua tetangga sudah berada di rumahku. Aku diam saja saat orang bertanya kronologisnya sampai kupingku sobek, ibu yang aktif menerangkan karena beliau adalah guru dan sekaligus ibuku. Terima kasih ibu, karena ibu cepat membawaku ke rumah sakit, lukaku dijahit. Kini aku lega karena aku bukan si rawing

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali