lilis supartini

Nama: lilis supartini Pekerjaan: guru SD ...

Selengkapnya
Waktu duha

Waktu duha

Mentari telah memancarkan sinarnya, aku tak lagi menunda untuk pergi ke sekolah lebih awal. Hari ini Kamis tanggal 9 Agustus 2018 pukul 06.45 aku sudah berada di beranda kelas. Murid- Muridku belum banyak yang aku lihat... Hooo... Pintu Kelaspun masih terkunci rapat. Irna, ibu minta tolong untuk ambilkan kunci kelas ke teh Wina, pintaku pada murid kelas 6. Tak lama Wina penjaga kantin plus penjaga sekolahpun terlihat membawa gundukan kunci. Bu, apa ini sudah jam tujuh? Wina mengklarifikasi kedatanganku yang biasanya hadir pada jam 07.00. Gak teh, aku saja yang ingin hadir lebih awal. Speaker aktif sudah berada di beranda kelas, aku gelar sajadahku dan tak lama murid-muridku sudah duduk rapi dibelakangku. Pada semester pertama ini, aku ingin pembiasaan pelaksanaan solat duha itu dilaksanakan setiap hari. kenapa harus solat sunat saja yang dilakukan dan diperhatikan sementara solat wajib tidak pernah diindahkan? Itu celoteh salah seorang rekanku, terima kasih untuk koreksinya... Kini selain solat duha, aku bimbing juga solat dzuhurnya. Tapi maaf, aku tak bisa mengontrol semua waktu solatnya, aku hanya bisa menitipkan pesan untuk tidak pernah meninggalkan solat yang lima waktu. Hari ini aku bisa hadir lebih awal, semoga aku bisa istiqomah untuk terus hadir lebih awal. Nikmatnya bisa bercengkrama dengan murid-muridku di luar kelas... Selesai solat duha, dilanjutkan membaca asmaul husna, melafalkan nama-nama Alloh yang baik... Dilanjutkan dengan membaca do'a solat duha. Pandanganku tertuju pada seorang murid laki-laki ku, Endi namanya.... Saat do'a solat duha aku bacakan dia asyik menirukan burung dengan jari jemarinya yang terkena sinar matahari sehingga ada muncul bayangan di dinding depan tempat ia duduk.... Aku tertegun sesaat dan aku menyuruhnya untuk menundukkan kepala seraya memohon kebaikan kepada sang Pencipta. dia menunduk sesaat lalu kembali lagi mengepakkan jari- jarinya menyerupai burung., kini bukan hanya dia saja, teman- temannyapun mengikuti tingkahnya.... Subhanalloh... Inilah keindahan mendidik, larangan tidak membuat dia berhenti melakukan yang dilarang, tapi larangan itu membuat dia lebih panasaran dan bahkan larangan itu telah membuat murid-muridku yang lainnya lebih panasaran dan ingin melakukan hal yang sama. Akhirnya aku biarkan mereka seraya memohon " Ya Alloh, jagalah mereka, jadikan mereka hamba- hamba yang selalu bersyukur kepadamu, selalu berterima kasih kepada kedua orang tuanya, bermanfaat untuk orang sekitarnya dan akhirnya fi addunya hasanah, wal akhiroti hasanah..... Aamiin. I like at duha...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali